Kamis, 19 Maret 2020

Normalisasi Sesi 1

Dikarenakan wabah virus Corona maka kebijakan pemimpin STMIK Bani Saleh Bekasi adalah menggunakan metode perkuliahaan jarak jauh, caranya bebas boleh pakai aplikasi apa saja. Nah disini saya menggunakan blog dan youtube sebagai media untuk pengganti matakuliah pertemuan ke 6. Jadi untuk kelas D3MI2AP, D3KA2AP, dan D3TK4AP maka sebagai bukti kehadiran jangan lupa ketik NPM dan Nama dikolom komentar Youtube ya dan jangan lupa di Subscribe agar kami bahagia hehe.


NORMALISASI
Ok pembahasan pertama adalah Normalisasi. Normalisasi adalah proses pembentukan struktur basis data sehingga sebagian besar ambiguity bisa dihilangkan. Digunakan untuk memastikan bahwa basis data yang dibuat berkualitas baik. Tahap normalisasi yang paling ringan (1NF) dan yang paling ketat (5NF). Biasanya hanya sampai pada tingkat 3NF atau BCNF, karena sudah cukup memadai untuk menghasilkan tabel - tabel yang berkualitas baik.

Sebuah tabel dikatakan baik (efisien) atau normal jika memenuhi 3 kriteria sebagai berikut :

  1. Jika ada dekomposisi (penguraian) tabel, maka dekomposisinya harus dijamin aman (Losssles-Join Decompotion). Artinya, setelah tabel tersebut diuraikan / didekomposisi menjadi tabel - tabel baru, tabel baru tersebut bisa menghasilkan tabel semula dengan sama persis.
  2. Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada saat perubahan data (Depency Preservation).
  3. Tidak melanggar Boyce-Code Normal Form(BCNF) yang mana BCNF akan dijelaskan kemudian.
Jika kriteria ketiga (BCNF) tidak dapat terpenuhi maka paling tidak tabel tersebut tidak melanggar betuk normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF).

TABEL UNIVERSAL / UNNORMAL

Tabel Universal (Universal / Star Table) adalah sebuah tabel yang merangkum semua kelompok data yang saling berhubungan, bukan merupakan  tabel yang baik.
Contoh :

FUNCTIONAL DEPEDENCY

Notasi : A ke B
A dan B adalah atribut dari sebuah tabel. Berarti secara fungsional A menentukan B atau B tergantung pada A, jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A sama, maka nilai B juga sama.

Notasi A Tidak Ke B
Adalah kebalikan dari notasi sebelumnya

Contoh




BENTUK - BENTUK NORMAL 

  1. Bentuk normal tahap pertama (1st Normal Form / 1NF)
  2. Bentuk normal tahap kedua (2nd Normal Form / 2NF)
  3. Bentuk normal tahap ketiga (3rd Normal Form / 3NF)
  4. Boyce-Code Normal Form (BCNF)
  5. Bentuk normal tahap keempat (4th Normal Form / 4NF)
  6. Bentuk normal tahap kelima (5th Normal Form / 5 NF)
BENTUK NORMAL TAHAP PERTAMA (1st NORMAL FORM / 1NF)

Bentuk normal 1NF terpenuhi jika sebuah tabel tidak memiliki atribut bernilai banyak (multivalue attribute), attribute composite atau kombinasinya dalam dalam domain data yang sama. Setiap atribut dalam tabel harus bernilai atomic (tidak dapat dibagi bagi)

Tahap - Tahap Pembuatan Normalisasi Tabel dapat dilihat pada Video Youtube berikut :
Untuk daftar hadir wajib ketik komen NPM dan Nama Panjang, dan Jangan lupa di Subscribe ya



Foto struk yang jadi tugas :




Senin, 16 Maret 2020

Ga Perlu Cemas, Mari Kenali Apa itu Virus Corona dan Bagaimana Efeknya

Tahun 2020 Indonesia diuji dengan banjir Nasional dan Angka Kematian yang terus bertambah Peningkatan kasus kematian karena Virus Corona terus meningkat. Virus Corona ini sudah masuk skala International, dari dua hal tersebut mari kita sejenak merenung dan beristighfar.

Apa itu Virus Corona yang diberi nama COVID-19 ? Jadi virus tersebut mulai heboh dari akhir tahun 2019 hingga bernama Virus 2019 Novel Corona Virus (2019-nCoV) yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan, pneumonia akut, bahkan sampai kematian. Virus ini bisa menyerang siapa aja baik anak - anak, bayi, orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini menyebabkan infeksi pernapasan ringan seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru - paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).


GEJALA VIRUS CORONA

Infeksi Virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitaannya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala; atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Numun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan terinfeksi virus corona, yaitu :
- Demam (Suhu tubuh diatas 38 derajat celcius)
- Batuk
- Sesak Napas

Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona.

KEBIJAKAN PEMERINTAH

Saya yang tinggal di Bekasi, banyak berita berita tentang Virus Corona bahkan pada hari Sabtu tanggal 14 Maret 2020 pemerintah melakukan LockDown. Apa itu Lock Down ?

Pahami arti kata dahulu ya, ada istilah LOCKDOWN, ISOLASI, dan KARANTINA.

-Lockdown berdasarkan kamus bahasa Inggris adalah kuncian yang berarti Negara yang terinfeksi virus corona mengunci akses masuk dan keluar untuk mencegah virus corona yang lebih luas

-Isolasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu Pemisahan suatu hal dari hal lain atau usaha memencilkan manusia dari manusia lain, pengasingan, pemencilan, pengucilan.

-Karantina berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu Tempat penampungan yang lokasinya terpencil guna mencegah terjadinya penularan (pengaruh dan sebagainya) penyakit dan sebagainya.

Dari tanggal 14 Maret 2020 hari sabtu Pemerintah Kota Bekasi meliburkan Siswa sampai 31 Maret 2020,  Dua perayaan HUT Kota Bekasi ke 23 ditunda yaitu Bekasi Night Festival dan Bekasi Fashion Week, Car Free Day ditiadakan, UNBK sekolah diundur, dan Beberapa Kampus diliburkan.









akan tetapi karakter Virus ini perlu kalian ketahui, bahwa ini bisa untuk mencegah

KARAKTER VIRUS









PERBEDAAN FLU, SALESMA, DAN CORONA




LEBIH BAIK MENCEGAH DARIPADA MENGOBATI

Yup, slogan ini benar lebih baik mencegah daripada mengobati. Kita tidak perlu panik terhadap virus mematikan ini. Makanlah gizi seimbang, terapkan pola hidup sehat, jaga kebersihan, dan jangan lupa tetap mengimani beribadah ke Esa an Tuhan yaitu Allah SWT.





Semoga kita Selalu dalam lindungan Allah dan terhindar dari segala jenis penyakit, Aamiin ya Rabb